Top

DPRD : Transportasi Publik Terintegrasi Kunci Sukses Kota Aerotropolis




DPRDKOTATANGERANG - DPRD Kota Tangerang menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan kawasan Aerotropolis yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Pengembangan tersebut dinilai strategis dalam mengoptimalkan posisi Kota Tangerang sebagai wilayah penyangga sekaligus kawasan yang terintegrasi dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi menegaskan, bahwa keberhasilan pengembangan Aerotropolis harus diiringi dengan penguatan infrastruktur transportasi publik yang memadai dan terintegrasi. Hal ini penting mengingat Kota Tangerang merupakan wilayah lintasan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Kapastitas jalan saat ini sudah tidak lagi mencukupi. Jika Kota Tangerang menjadi daerah lintasan tanpa diimbangi peningkatan infrastruktur, potensi kemacetan akan semakin besar dan perlu diantisipasi sejak dini,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (8/4/26).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembangunan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan jaringan transportasi regional Jabodetabek. Kehadiran transportasi publik yang terkoneksi antarwilayah diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Selain itu, pengembangan titik-titik simpul transportasi seperti stasiun dan terminal dinilai memiliki potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Tangerang. Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan wilayah berbasis transit.

“Karena itu, pengembangan sarana transportasi publik menjadi hal yang penting. Titik simpul seperti stasiun atau terminal dapat menjadi pusat pertumbuhan baru dalam pengembangan wilayah, dan itu yang paling utama,” ucap Rusdi.

Dirinya juga menyoroti pentingnya kejelasan skema pembiayaan dan investasi dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas pemerintah, baik antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat, menjadi kunci dalam merealisasikan program strategis ini.

“Ke depan, perlu pembahasan lebih lanjut mengenai pembagian tanggung jawab, skema pembiayaan, serta pola investasi agar pengembangan ini dapat berjal