DPRDKOTATANGERANG - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Kota Tangerang, khususnya pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan pondok pesantren. Komisi II DPRD Kota Tangerang menilai, pemerataan fasilitas dan peningkatan mutu pembelajaran perlu menjadi perhatian agar generasi muda memperoleh kesempatan pendidikan yang berkualitas sekaligus tumbuh dengan karakter berakhlakul karimah, sejalan dengan moto Kota Tangerang.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid mengatakan, madrasah dan pesantren memiliki kontribusi penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki daya saing. Oleh karena itu, kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan perlu mendapat perhatian, mulai dari kelayakan sarana prasarana hingga dukungan terhadap tenaga pendidik.
“Pendidikan keagamaan bukan hanya tentang pengetahuan agama, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, anak-anak yang belajar di madrasah maupun pesantren perlu mendapatkan dukungan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (24/10/26).
Kemal menilai, upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan yang jelas dan pelaksanaan program yang sesuai kebutuhan. Salah satu landasannya adalah Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.
Menurutnya, keberadaan perda tersebut perlu diikuti langkah konkret melalui pendataan kondisi pesantren, pemetaan kebutuhan, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait. Dengan perencanaan yang baik, fasilitasi dapat diarahkan pada kebutuhan prioritas, termasuk pengembangan pendidikan, sarana pendukung, dan pemberdayaan masyarakat.
“Perda ini harus menjadi pijakan agar fasilitasi pesantren berjalan terarah dan tepat sasaran. Pemerintah perlu melihat kebutuhan masing-masing lembaga sehingga dukungan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi santri dan keberlangsungan pendidikan pesantren,” katanya.
Kemal berharap, Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Santri merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Kita ingin mereka memiliki bekal ilmu, karakter yang kuat, dan kesempatan untuk berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan Kota Tangerang,” tutupnya. (dsw)