DPRDKOTATANGERANG - Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi, membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Mental (Musrenbangtal) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang di Aula Gedung MUI Kota Tangerang, Minggu (19/7/26). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menghimpun berbagai gagasan dan usulan pembangunan yang berfokus pada penguatan karakter serta mental masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rusdi mengapresiasi inisiatif MUI Kota Tangerang yang menghadirkan Musrenbangtal sebagai pelengkap proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan yang direncanakan pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap aspek mental masyarakat agar sejalan dengan pembangunan di bidang lainnya.
Rusdi mengatakan, Kota Tangerang yang mengusung visi sebagai Kota Akhlakul Karimah memerlukan berbagai program yang mampu membentuk karakter generasi muda. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui dunia pendidikan maupun program-program yang dijalankan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Selama ini usulan dalam musrenbang lebih banyak berkaitan dengan pembangunan fisik. Melalui Musrenbangtal ini kita ingin menyerap berbagai usulan program dan kegiatan yang konstruktif dalam pembentukan mentalitas masyarakat, terutama generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil Musrenbangtal diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam menyusun program maupun kebijakan. Mengingat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) telah berlangsung, berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat disinergikan ke dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
Menurut Rusdi, penyiapan generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pembangunan mental perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan agar mampu mencetak generasi yang memiliki karakter kuat dan siap melanjutkan pembangunan Kota Tangerang.
“Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir ide, gagasan, dan masukan yang konstruktif untuk pemerintah kota, baik dalam bentuk program kegiatan maupun kebijakan yang bisa kita sinergikan untuk tahun 2027,” katanya.
Rusdi juga menilai sejumlah usulan yang muncul dalam Musrenbangtal layak dikaji lebih lanjut, termasuk mengenai pembatasan penggunaan smartphone bagi anak usia sekolah dasar sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Menurutnya, apabila hasil kajian menunjukkan manfaat yang besar, usulan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Kalau usulan ini dinilai baik setelah melalui kajian, tentu bisa kita dorong menjadi sebuah kebijakan. Harapannya, pendidikan mental anak dapat lebih dibentuk melalui proses pembelajaran dan lingkungan yang positif, bukan bergantung pada media sosial sejak usia dini,” tutupnya. (sin)