Top

DPRD Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja dari Paparan Abu Vulkanis




DPRDKOTATANGERANG -

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang dalam menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai upaya memitigasi dampak paparan abu vulkanis terhadap siswa. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Banten dan perlu terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara di Kota Tangerang.

Namun, Arief menilai perhatian terhadap dampak paparan abu vulkanis tidak hanya ditujukan kepada pelajar. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga perlu memastikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah, khususnya para pekerja di perusahaan dan kawasan industri.

“Bukan hanya untuk pelajar, kita juga perlu memberikan perhatian kepada warga Kota Tangerang yang beraktivitas sehari-hari sebagai pekerja. Mereka juga memiliki potensi terpapar abu vulkanis, sehingga perlu mendapatkan edukasi mengenai kondisi terakhir dan langkah-langkah mitigasi,” kata Arief saat dihubungi, Senin (7/9/26).

Ia juga mendorong pelaku usaha untuk turut memfasilitasi pekerja agar tetap dapat menjalankan aktivitas secara produktif dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan dunia usaha diperlukan untuk memastikan pekerja mendapatkan dukungan yang memadai selama kondisi paparan abu vulkanis berlangsung.

“Pada saat yang sama, kita mengimbau pelaku usaha untuk memfasilitasi pekerjanya sehingga mereka tetap produktif, namun kondisi kesehatan karyawannya juga terjaga. Pemkot perlu berkolaborasi dengan pelaku usaha agar memberikan support system kepada seluruh warga Kota Tangerang yang bekerja termasuk di dalamnya membantu penyediaan masker dan alat pelindung diri lainnya serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arief mendorong Pemkot Tangerang untuk meningkatkan pemantauan kondisi cuaca dan kualitas udara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), terutama dalam memberikan pertimbangan dari aspek kesehatan.

Menurutnya, langkah mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui pembagian masker, tetapi juga perlu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) untuk secara proaktif memantau kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak.

“Pemkot juga perlu melakukan pemantauan cuaca dan memastikan seluruh warga Kota Tangerang mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, khususnya kelompok rentan. Termasuk bukan hanya pembagian masker, tetapi juga menyiapkan seluruh faskes secara proaktif untuk melakukan monitoring kesehatan warga,” pungkasnya. (dsw)