Top

DPRD Tekankan Penguatan Pelatihan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja di Era Society 5.0




DPRDKOTATANGERANG - DPRD Kota Tangerang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam penguatan program ketenagakerjaan melalui penambahan mobil pelatihan kerja SiPraja serta perluasan jangkauan operasionalnya. Selain itu, peningkatan kuota Balai Latihan Kerja (BLK) juga diusulkan guna memperbesar daya serap tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia industri.

Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut kesiapan tenaga kerja yang profesional dan adaptif, khususnya dalam menghadapi era Society 5.0.

“Sebenarnya kita butuhkan adalah para pekerja yang siap pakai, yang dicetak dengan tingkat profesionalisme tinggi. Apalagi kita sudah menghadapi era Society 5.0, sehingga seluruh keterampilan harus benar-benar maksimal,” ujar Turidi, saat dihubungi Jumat (1/5/26).

Ia juga menyoroti pentingnya peran Pemkot Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dalam menyiapkan tenaga kerja sejak dini melalui program pelatihan yang terintegrasi, sehingga dunia industri tidak lagi dibebani kebutuhan pelatihan dasar bagi tenaga kerja baru.

“Ke depan, industri tidak lagi membutuhkan trainer di masing-masing perusahaan. Artinya, lulusan SMA/SMK, maupun perguruan tinggi harus sudah mendapatkan pelatihan dari pemerintah, sehingga siap bekerja dan mampu mendukung program pembangunan secara optimal,” tambahnya.

DPRD Kota Tangerang juga mencatat adanya tren pertumbuhan lapangan kerja yang mulai menunjukkan pergerakan positif. Namun demikian, diperlukan terobosan lanjutan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, salah satunya melalui pelaksanaan job fair yang lebih masif dan melibatkan sektor swasta secara aktif.

Momentum peringatan Hari Buruh Nasional (May Day) juga dinilai sebagai refleksi penting dalam meningkatkan kesejahteraan buruh serta taraf hidup masyarakat pekerja. Turidi menilai, buruh memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“May Day harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Karena buruh adalah garda terdepan dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, rencana peresmian Museum Marsinah oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dipandang sebagai bentuk penghargaan negara terhadap perjuangan buruh di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hubungan antara buruh, pelaku usaha, dan investor harus dibangun dalam semangat kemitraan yang harmonis dan saling menguatkan.

“Buruh, pelaku usaha, dan investor adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kita harus membangun suasana kerja yang selaras, dengan semangat bersama untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (dsw)