Top

Evaluasi BUMD Semester I 2026, Komisi III Dorong Peningkatan Kontribusi PAD




DPRDKOTATANGERANG - Komisi III DPRD Kota Tangerang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara menyeluruh guna meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti mengatakan, BUMD harus mampu menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus berkembang sebagai entitas bisnis yang sehat dan profesional.

"BUMD tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga harus menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan mampu menghasilkan dividen berkelanjutan melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/7/26).

Sumarti menjelaskan, evaluasi kinerja BUMD pada semester pertama tahun 2026 menjadi langkah awal untuk mengukur capaian perusahaan daerah dalam memenuhi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta target dividen yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, evaluasi tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi III DPRD Kota Tangerang yang dilakukan secara preventif. Dengan evaluasi sejak semester pertama, berbagai potensi permasalahan dapat segera diidentifikasi dan ditangani tanpa harus menunggu hingga berakhirnya tahun anggaran.

"Evaluasi semester pertama ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan preventif, sehingga permasalahan dapat diatasi sejak awal dan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun anggaran," jelasnya.

Sumarti menyampaikan, secara umum kontribusi dividen BUMD terhadap PAD Kota Tangerang saat ini masih relatif kecil, yakni kurang dari satu persen dari total target PAD Kota Tangerang yang mencapai sekitar Rp3,2 triliun. Meski demikian, kontribusi tersebut tetap dinilai penting karena menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang relatif stabil.

Adapun target dividen BUMD pada tahun 2026, yakni dari BUMD sektor keuangan melalui Bank BJB ditargetkan memberikan kontribusi sekitar Rp14 miliar lebih. Sementara itu, BUMD sektor aneka usaha, PT Tangerang Nusantara Global (PT TNG), ditargetkan menyumbang sekitar Rp1,8 miliar. Sedangkan Perumda Tirta Benteng sebagai BUMD sektor air minum ditargetkan memberikan kontribusi sebesar Rp5,5 miliar.

Jika dibandingkan dengan target tahun 2025, terdapat peningkatan target dividen pada sejumlah BUMD. Bank BJB yang pada 2025 ditargetkan memberikan kontribusi sekitar Rp11,4 miliar, meningkat menjadi sekitar Rp14 miliar lebih pada 2026. Sementara PT TNG meningkat dari target sekitar Rp600 juta pada 2025 menjadi sekitar Rp1,8 miliar pada 2026. Adapun target dividen Perumda Tirta Benteng tetap sebesar Rp5,5 miliar.

Sumarti menilai, peningkatan target tersebut masih realistis untuk dicapai sepanjang diiringi dengan peningkatan efisiensi operasional, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta pengembangan lini usaha yang mampu menghasilkan laba secara berkelanjutan.

"Target tersebut masih realistis, asalkan dibarengi efisiensi operasional, tata kelola yang baik, dan pengembangan usaha yang mampu menghasilkan laba secara berkelanjutan," pungkasnya. (dsw)