Top

Perempuan Di Parlemen Hadirkan Kebijakan Lebih Inklusif




DPRDKOTATANGERANG - Peringatan hari Kartini menjadi momentum pengingat bahwa perjuangan menghadirkan kesetaraan peran perempuan di ruang publik, termasuk di parlemen harus terus dioptimalkan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Natalie Marbun, menyampaikan bahwa kehadiran perempuan di parlemen bukan sekadar soal angka, melainkan untuk memastikan hadirnya perspektif yang lebih beragam dalam proses perumusan kebijakan.

“Perempuan hampir setengah dari populasi, sehingga keterlibatan mereka di parlemen penting untuk menghadirkan perspektif yang memperkaya kebijakan agar lebih adil, inklusif, dan responsif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan melalui langkah konkret dalam membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan, baik dalam politik maupun pembangunan daerah. Dengan demikian, cita-cita kesetaraan dan keadilan dapat terwujud secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ke depan, diperlukan penguatan kebijakan afirmatif yang tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi juga diikuti implementasi yang lebih ketat serta pengawasan berkelanjutan agar perempuan benar-benar memperoleh kesempatan yang setara. Selain itu, partai politik diharapkan semakin aktif menempatkan perempuan pada posisi strategis, termasuk pada nomor urut yang kompetitif, serta memperluas ruang kaderisasi perempuan.

“Peningkatan kapasitas dan pendidikan politik perempuan perlu melibatkan partai politik, pemerintah, dan masyarakat. Di sisi lain, dukungan sosial dan budaya juga harus diperkuat agar norma patriarki tidak lagi menjadi hambatan partisipasi perempuan,” kata Natalie.

Dengan sinergi berbagai pihak, keterwakilan perempuan di parlemen diharapkan terus meningkat, sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin adil, inklusif, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. (dsw)