DPRDKOTATANGERANG - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangerang menggelar rapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang terkait penataan jaringan utilitas terpadu, yang dilaksanakan di Ruang Badan Musyawarah (Banmus), Rabu (18/2/26).
Ketua Bapemperda DPRD Kota Tangerang Apanudin menjelaskan, dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2026 diantaranya yaitu terkait permasalahan ducting. Hal ini dianggap penting karena selain untuk estetika kota juga demi keselamatan masyarakat pengguna jalan. Maka Bapemperda akan segera menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait masalah tersebut.
"Pada hari ini kita memanggil kepada dinas PUPR untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam perda yang akan diluncurkan di tahun 2026 ini, yaitu tentang permasalahan penyelenggaran jaringan utilitas terpadu atau yang sering kita lebih kenal pada kata-kata ducting," jelas Apanudin.
Apanudin mengatakan, kesiapan untuk raperda ini berjalan positif dan siap untuk di realisasikan di semester pertama. Peraturan ini dianggap perlu dan segera di rampungkan sebagai upaya percepatan perbaikan kota dan menjaga keselamatan masyarakat Kota Tangerang.
"Insyaallah ini di semester pertama kita akan selesaikan, karena untuk naskah akademik dan raperdanya ini sudah selesai. Selanjutnya akan saya laporkan kepada Ketua DPRD, bahwasannya untuk masalah raperda tentang ducting ini sudah bisa dilaksanakan di semester pertama," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Kota Tangerang AA Chaerul Syamsudin mengatakan, beberapa ruas jalan di kota Tangerang yang sudah melakukan utilitas terpadu saat ini seperti di Jalan Lio Baru sudah berjalan. Lalu untuk mapping berikutnya akan di lakukan mulai dari Jalan Lio Baru menuju ke Dr. Sitanala, kemudian berakhir di titik Pintu Air 10.
"Kami sudah berkolaborasi dengan Asosiasi untuk para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dan beberapa provider lainnya serta OPD untuk disegerakan turun ke bawah, walaupun tidak ada peningkatan atau pelebaran jalan. Mungkin rencananya agak lama, tapi kami tetap optimis bahwa untuk kabel yang ada di atas bagaimana caranya akan tetap kita arahkan ke bawah tanah," ujarnya. (erd)