DPRDKOTATANGERANG - Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk terus mengupayakan modifikasi cuaca secara berkelanjutan sebagai salah satu langkah mitigasi terhadap paparan abu vulkanis yang berdampak pada kondisi udara di Kota Tangerang.
Menurut Arief, upaya modifikasi cuaca melalui hujan buatan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk membantu mengurangi dampak paparan abu vulkanis, khususnya ketika kondisi udara di wilayah Kota Tangerang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Pada saat yang sama, saya juga mendorong Pemkot untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melakukan ikhtiar modifikasi cuaca secara berkelanjutan, sehingga mitigasi paparan abu vulkanik ini bisa dilakukan dengan modifikasi cuaca untuk hujan buatan,” ujar Arief.
Ia menilai, langkah mitigasi perlu dilakukan secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Selain dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Kota Tangerang juga menghadapi kondisi kekeringan akibat El-Nino yang menurutnya semakin membutuhkan upaya bersama untuk mengurangi dampaknya.
Di tengah kondisi tersebut, Arief juga mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk bersama-sama berdoa agar berbagai kondisi bencana yang terjadi dapat segera berakhir. Ia mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan.
“Saya mengajak kepada seluruh warga Kota Tangerang, khususnya umat Muslim, untuk melakukan Salat Istisqa dan berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan untuk memitigasi dua bencana ini. Termasuk agama lain, bersama-sama kita berdoa dengan keyakinan masing-masing,” ungkapnya.
Arief berharap, ikhtiar melalui langkah-langkah mitigasi pemerintah, kolaborasi lintas sektor, serta doa masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dampak erupsi dan kondisi kekeringan, sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga Kota Tangerang. (dsw)