Top

HUT ke-26 Banten, Turidi Susanto Soroti Pentingnya Pembangunan Terintegrasi




DPRDKOTATANGERANG - Memasuki usia ke-26, Provinsi Banten dinilai memiliki momentum yang tepat untuk semakin memperkuat kerja sama antardaerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, dalam memaknai HUT ke-26 Provinsi Banten.

Menurut Turidi, usia 26 tahun merupakan fase yang masih relatif muda sekaligus produktif. Karena itu, perkembangan Banten ke depan perlu diikuti dengan koordinasi yang semakin baik antara pemerintah provinsi dan delapan kabupaten/kota.

“Saya kira berkaitan dengan makna HUT ke-26 tahun Banten adalah ini adalah usia-usia belia, usia-usia produktif. Bagi masyarakat Kota Tangerang, Banten dengan usia 26 ini menjadi makna tersendiri,” ujarnya saat dihubungi, Senin (5/10/26).

Ia melihat sejumlah program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menunjukkan upaya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program cek kesehatan gratis yang menjadi bagian dari peningkatan layanan dasar bagi warga.

Turidi berharap hubungan kerja antara Pemprov Banten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dapat terus terjaga, terutama dalam menangani persoalan yang membutuhkan keterlibatan bersama. Penanganan banjir di wilayah Kalisabi menjadi salah satu contoh kolaborasi tersebut.

“Contohnya penanganan banjir di Kalisabi. Pemerintah Provinsi Banten melakukan normalisasi bersama Pemerintah Kota Tangerang. Ini menunjukkan bahwa persoalan di daerah bisa ditangani bersama ketika pemerintah provinsi dan kota berjalan searah,” jelasnya.

Selain persoalan pelayanan dan infrastruktur, Turidi juga melihat potensi pariwisata sebagai bagian penting dari masa depan Banten. Menurutnya, kekayaan sejarah dan wisata religi yang dimiliki Banten, khususnya kawasan Banten Lama, memiliki peluang untuk semakin dikenal luas.

“Kita berharap Banten bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga internasional. Wisata religi memiliki potensi yang sangat besar. Banten Lama, dengan sejarah Kesultanan Banten, bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan dari mancanegara,” tuturnya.

Turidi mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik antarelemen di Banten. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas Banten sekaligus memperkuat kemajuan daerah.

“Pesan saya terhadap masyarakat Banten adalah tetap membangun kerja sama dengan baik, konsolidasi seluruh masyarakat Banten, saling mendukung. Bahwa Banten adalah daerah jawara, tanah jawara. Maka saya kira jawara yang baik adalah bagaimana mengatur seluruh komponen stakeholder yang ada bisa bersama-sama menyatukan diri, menjaga integritas dan meningkatkan pembangunan secara bersama,” pungkasnya. (dsw)