Top

Komisi IV Soroti Ketersediaan dan Kualitas Air Baku Cisadane di Tengah Penurunan Debit




DPRDKOTATANGERANG - Komisi IV DPRD Kota Tangerang menyoroti ketersediaan dan kualitas air baku Sungai Cisadane di tengah penurunan debit akibat musim kemarau. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Andi Maulana mengatakan, Sungai Cisadane merupakan sumber vital bagi ketersediaan air bersih yang dikelola Perumda Tirta Benteng. Karena itu, pengaturan aliran dan pemanfaatan air baku perlu dilakukan secara terukur, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.

“Air Cisadane ini menjadi andalan atau sumber air yang paling vital untuk ketersediaan air bersih di Kota Tangerang. Karena itu, strategi untuk mengantisipasi musim kemarau harus terus dilakukan agar pasokan air baku tetap terjaga,” ujarnya, Sabtu (19/9/26).

Lanjut Andi, juga menanggapi pelayanan Perumda Tirta Benteng, termasuk terkait keluhan masyarakat mengenai kualitas air yang keruh maupun aliran air yang kecil di sejumlah wilayah. Menurutnya, setiap keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti melalui evaluasi dan perbaikan distribusi, sehingga kualitas serta kontinuitas pelayanan air bersih dapat semakin optimal.

“Komisi IV selalu melakukan koordinasi dengan pihak Perumda Tirta Benteng untuk segera mengambil langkah yang tepat terhadap keluhan masyarakat, baik air yang keruh maupun aliran air yang kecil. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima,” jelasnya.

Selain pengawasan terhadap Perumda Tirta Benteng, ia juga mendorong adanya langkah mitigasi lintas perangkat daerah apabila terjadi kekurangan air bersih akibat dampak kemarau. Menurut Andi, penanganan tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi, tetapi membutuhkan koordinasi dan kesiapan bersama.

“Ketika ada wilayah yang kekurangan air bersih akibat dampak kemarau, seluruh instansi harus melakukan mitigasi dan dapat mengerahkan sumber daya yang dimiliki. Penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama,” tandasnya. (dsw)