DPRDKOTATANGERANG - Pendidikan politik dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan menghasilkan pemerintahan yang berkualitas. Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, saat menjadi narasumber dalam forum diskusi tentang pemilu dan demokrasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang di Kecamatan Batuceper, Jumat (26/6/26). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur kewilayahan.
Andri mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang digelar KPU Kota Tangerang karena menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dengan masyarakat. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman warga mengenai peran mereka dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Tangerang.
“Saya mengapresiasi karena ini menjadi ruang bagi penyelenggara, terutama KPU, untuk bertemu dengan perwakilan warga yang di dalamnya ada forum RT/RW, kader-kader Posyandu, dan seluruh unsur kewilayahan. Ini menjadi momentum bahwa pemilu yang berkualitas akan menentukan pemerintahan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pemilu yang baik memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pemilih melalui edukasi politik harus terus dilakukan agar masyarakat mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab.
“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan agar kualitas pemilih juga semakin baik untuk pemilu ke depan. Harapan kita, seluruh wilayah di 13 kecamatan memiliki standar kualitas pemilu yang sama dan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di berbagai tempat,” katanya.
Sementara itu, pengamat demokrasi sekaligus akademisi, Garry Vebrian, menilai forum yang digagas KPU Kota Tangerang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan politik perlu terus diperkuat karena berbagai kebijakan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil dari proses politik dan demokrasi.
“Saya kira ini adalah kegiatan yang baik untuk Kota Tangerang dan masyarakat secara umum, karena pendidikan politik itu penting. Kehidupan kita merupakan produk politik. Demokrasi tidak berhenti pada pemilu atau setelah pemimpin terpilih, tetapi juga menyangkut kebutuhan warga, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga berbagai layanan publik lainnya,” ujar Garry.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai instansi dalam forum tersebut, seperti Kejaksaan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang. Menurutnya, kehadiran berbagai pemangku kepentingan membuat diskusi berkembang lebih luas sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara politik, demokrasi, dan pelayanan publik.
"Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa arah pembangunan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas demokrasi dan partisipasi warga dalam proses politik," tutupnya. (sin)