DPRDKOTATANGERANG - Pelaksanaan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 dalam rangka memperingati Sejit atau hari ulang tahun ke-43 Tjie Thien Ta Sen Bio Vihara Dharma Bhakti Kota Tangerang menjadi bagian dari upaya menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Tangerang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PSI, Christian Lois, menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti dan menyaksikan rangkaian kirab yang digelar pada Minggu (27/9/26) kemarin, menunjukkan bahwa tradisi budaya masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Menurut Christian, penyelenggaraan yang dilakukan setiap tujuh tahun sekali tersebut bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.
“Yang menarik dari kegiatan seperti ini adalah bagaimana sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap bisa hadir dan diterima oleh masyarakat. Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya sekaligus memahami nilai kebersamaan yang ada di dalamnya,” ujar Christian.
Ia mengatakan, keberagaman tradisi yang berkembang di Kota Tangerang merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang perlu dirawat secara bersama-sama. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ruang kebudayaan dapat menjadi titik temu untuk membangun interaksi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Keberagaman yang ada di Kota Tangerang bukan sesuatu yang harus dipisahkan, tetapi justru menjadi kekuatan ketika masyarakat bisa saling menghargai. Kirab budaya seperti ini memperlihatkan bahwa tradisi dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat,” katanya.
Christian juga menyoroti aktivitas ekonomi yang turut tumbuh selama pelaksanaan kegiatan. Meningkatnya mobilitas masyarakat memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, keberadaan kegiatan budaya dengan partisipasi masyarakat yang besar dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila terus dikembangkan secara kolaboratif, dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
“Ketika sebuah kegiatan budaya mampu menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar, ada dampak ekonomi yang ikut bergerak. UMKM dan pelaku usaha lokal mendapatkan ruang untuk beraktivitas. Jadi, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan bersama,” tuturnya.
Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang tersebut berharap, semangat yang terlihat dalam pelaksanaan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 dapat terus dipertahankan, tidak hanya pada momentum perayaan, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Setelah kegiatan ini selesai, yang perlu kita jaga adalah nilai yang dibawanya, yaitu kebersamaan, saling menghormati dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.