DPRDKOTATANGERANG - Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo mendorong Raperda tentang literasi masyarakat yang didalamnya terdapat tentang literasi keluarga guna menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Tangerang.
Hal ini disampaikan langsung, saat dirinya usai menjadi narasumber pada acara pelatihan, pencatatan, dan pelaporan tindak kekerasan dalam rumah tangga, yang diadakan oleh DP3AP2KB Kota Tangerang, dilaksanakan di Gedung Nyimas Melati, Kota Tangerang, pada Rabu (30/10/26).
Arief mengatakan, angka kasus kekerasan di Kota Tangerang terus meningkat sehingga perlu adanya tindakan preventif guna mencegah tindak kekerasan yang terjadi terutama pada perempuan dan anak di Kota Tangerang.
"Tentunya DPRD akan mendorong raperda pembinaan literasi masyarakat yang di dalamnya ada literasi keluarga, salah satu turunannya adalah DPRD akan mendorong agar ada peningkatan literasi keluarga melalui sekolah keluarga, kemudian program pendampingan melalui mentoring keluarga, dan juga pemberdayaan kader pembina ketahanan keluarga," jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangerang, Titto Chairil Yustiadi menjelaskan peserta yang hadir dalam pelatihan ini berjumlah 38 orang yang terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) PPA dan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
"Kami mengundang para kader dan satgas yang tersebar di 13 kecamatan dan 104 kelurahan agar dapat meningkatkan penanganan-penanganan pertama apabila ada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangerang," ungkapnya.
Titto juga menekankan, bagi masyarakat yang menemukan tindak kekerasan dapat langsung melapor melalui satgas atau kader yang ada di wilayah, atau dapat langsung melaporkan melalui website SILACAK PERAK untuk bisa segera mendapatkan tindakan.
"Nantinya dalam website tersebut, masyarakat akan mendapatkan nomor kontak satgas di masing-masing Kecamatan. Lalu ada juga layanan home visit untuk petugas ke lapangan agar kasus-kasus urgen ini bisa kita lakukan penanganan," terang Titto. (erd)