DPRDKOTATANGERANG - Kualitas pembangunan drainase, kejelasan pengelolaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), serta persoalan kebersihan lingkungan menjadi aspirasi warga dalam kegiatan Reses Kesatu Masa Sidang 2026–2027 Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Hendra Gunawan, di RW 016, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Minggu (11/10/26).
Warga menyampaikan berbagai aspirasi, salah satunya berkaitan dengan kualitas pekerjaan umum, khususnya pembangunan drainase yang dinilai mudah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang dapat dilaksanakan dengan memperhatikan mutu pekerjaan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang dari Daerah Pemilihan (Dapil) V tersebut menilai, pengawasan pembangunan perlu melibatkan pemerintah dan masyarakat agar hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Pengawasan kualitas pembangunan perlu dilakukan bersama. Masyarakat dapat berperan aktif menyampaikan temuan di lapangan agar pekerjaan yang mengalami kerusakan atau tidak sesuai harapan bisa segera dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Hendra.
Selain persoalan drainase, warga kawasan Karawaci Residence turut menyampaikan aspirasi mengenai pengelolaan fasos-fasum. Warga mengaku masih harus membayar iuran untuk kebutuhan lampu penerangan jalan. Karena itu, kejelasan status serta proses serah terima fasilitas tersebut kepada pemerintah daerah menjadi hal yang perlu ditindaklanjuti.
Hendra menjelaskan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk kemudian dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait. Proses ini penting agar serah terima fasos-fasum dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian mengenai pengelolaan fasilitas lingkungan.
“Dokumen yang diperlukan harus dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian kita koordinasikan dengan dinas terkait agar proses serah terima fasos-fasum bisa ditindaklanjuti. Harapannya, fasilitas yang ada dapat dikelola dengan lebih jelas sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan persoalan penutupan Jalan Pakubuwono, pembuangan sampah sembarangan oleh warga dari luar lingkungan, serta keberadaan anjing yang dibiarkan berkeliaran. Persoalan tersebut dinilai memerlukan koordinasi antara warga, pengurus lingkungan, dan pemerintah daerah agar penanganannya berjalan efektif tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Hendra menekankan pentingnya komunikasi dan keterlibatan seluruh pihak dalam mencari solusi. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat ditangani secara optimal apabila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.
“Kita perlu duduk bersama dan mendengarkan persoalan dari semua pihak agar tidak terjadi miskomunikasi. Untuk persoalan kebersihan dan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang juga perlu dilibatkan sehingga penanganannya bisa lebih terarah,” tambahnya.
Melalui kegiatan reses ini, Hendra berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawasi pembangunan serta menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. (dsw)